Satu minggu setelah keluar dari rumah sakit dan menjalani aktivitas seperti biasanya, tuan Arion sering menahan rindu. Apalagi, Alexa sama sekali tidak pernah mengunjunginya karena sibuk mencari pekerjaan tambahan. Jika ingin, sebenarnya tuan Arion sudah menawarkan pekerjaan untuk wanitanya itu. Namun sayang, dengan angkuhnya Alexa menolak. Mungkin ia tidak ingin dianggap remeh atau dipandang sebelah mata. Itulah Alexa, sejak dulu dia memang teguh pendirian. Meskipun sering ceroboh, tapi dia begitu menjaga harga dirinya. Ini di luar konteks cinta, karena ia pernah lalai dengan memberikan tubuhnya kepada seorang Arion. Di ruang kerjanya, tuan Arion menyandarkan kepala di kursi berwarna hitam mengkilap yang terbuat dari kulit. Ia tampak lelah dan bosan akan aktivitasnya yang menjemukan.

