Berbeda dari hari biasanya, tuan Arion tersenyum lebar sejak berangkat dari rumah menuju ke kantornya. Selain itu, biasanya dia sangat angkuh dan tidak pernah membalas sapaan dari karyawan lainnya. Namun kali ini berbeda, kejadiannya malah terbalik. Sejak keluar dari pintu mobil mewah miliknya, tuan Arion mulai menyapa seluruh karyawan. Mulai dari satpam, resepsionis, dan karyawan lainnya. Sikap tuan Arion ini bahkan membuat beberapa karyawan menangis karena rata-rata diantara mereka sangat takut terhadap tuan muda yang satu ini. Tampan, berbakat, tapi juga tampak begitu dingin dan kasar. Itulah kesan yang sudah terlanjur tertanam di hati para karyawan perusahaan besar tersebut sejak dulu. "Tuaaan," sapa seseorang yang rambutnya sudah dipenuhi uban. "Iya. Ada yang bisa saya bantu." "

