Alexa

1111 Kata

Malam yang indah. Ini adalah kali pertama setelah tiga tahun, Tuan Arion akhirnya bisa membayangkan gunung dan pemandangan indah disekelilingnya tanpa melihat. Laut yang biru dengan hembusan angin segar disekeliling, tanpa perlu berada di tengah-tengahnya. Tulang dan daging yang beberapa saat ini terasa mengeras, tegang dan kaku, telah rileks bahkan terasa nyaman. Mungkin karena hati Tuan Muda sudah sedikit lega atas pengakuan Alexa barusan. Walau terkesan harus sedikit dipaksakan, akhirnya ucapkan itu terungkap. "Alexa." "Heeemh." "Saya pikir kamu sudah terlelap." "Hampir saja." "Sebelum kamu bermimpi, ada yang ingin saya katakan." "Ya," sahut Alexa dengan suara tipis dan hanya samar-samar terdengar. "Sebenarnya, saya benci cara saya mencintaimu." "Ha?" "Semuanya tanpa jeda, tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN