Tuan Arion gusar, mungkin karena hasratnya yang 'tak tersampaikan atau karena ia merasa bahwa jiwanya masih saja gulita. Alexa menjadi penerang yang ingin ia buang jauh-jauh hanya karena prasangka. Terkadang Tuan Arion berpikir, perempuan yang datang padanya dan hanya menginginkan kesenangan, masih bisa mengukir senyum di wajahnya. Sangat berbeda dengan Alexa, sedikit saja ia menyakiti, rasanya ia ingin berlari untuk mati. Tuan Arion berjalan dengan langkah kecil, namun cepat. Sembari menggulung lengan baju panjang berwarna putih, ia terus menatap lurus ke depan. Entah mengapa, tiba-tiba saja perasaannya menjadi sangat tidak enak. Awalnya Tuan Arion berpikir, mungkin hal buruk terjadi pada papanya. Tapi siapa yang bisa menduga waktu karena ternyata ada seseorang di sana yang memiliki ha

