Sinar matahari mulai terasa menghangatkan bumi. Tubuh Tuan Arion tampaknya masih ingin beristirahat lebih panjang. Padahal Alexa sedang dalam kekalutan nya. Ia berharap, laki-laki yang satu ini segera membuka mata dan memanggil namanya. Sambil menatap penuh sesal dan rasa bersalah, Alexa terus menggenggam tangan Tuan Arion. Kenangan indah masa lalu, berputar-putar seperti roda di dalam kepalanya. Tetap saja banyak kebahagiaan, walau pada akhirnya semua rasa itu sirna akibat kebenaran dari sebuah kebohongan yang kejam. "Mas Arion, kalau kamu sadar, saya janji untuk mendengarkan perkataanmu. Saya janji," kata Alexa sembari meletakkan wajahnya pada tangan Tuan Arion yang sudah sejak tadi ia genggam. Rasa takut benar-benar datang menghantuinya. Dari hal ini, Alexa semakin mengerti bahwa

