Bersama kendaraan matic bututnya, Lukas berhasil menenangkan hati Alexa yang tadinya begitu meronta-ronta dan menggebu seperti bumi yang tengah bergoncang hebat, akibat bencana alam yang besar. Pagi itu, ia berhasil membawa Alexa kembali ke rumah dengan tersenyum. Lukas berusaha menjadi seperti permen yang manis bagi bocah kecil yang tengah menangis. Di sepanjang perjalanan, mereka selalu berkelakar sederhana. Ternyata semua itu mampu memancing tawa dari bibir Alexa yang sudah mengering. Inilah cinta dari seorang anak manusia yang kehidupannya sederhana. Namun penuh dengan ketulusan, pengorbanan, dan tatapan kasih sayang. Entah sampai kapan Lukas sanggup melakukannya? Yang jelas, ia akan selalu ada untuk Alexa. "Kita sudah sampai. Jangan lupa mandi dan bersih-bersih! Kamu tidak seperti

