Nyonya Milea berdiri sambil memperhatikan Tuan Arion dari lantai dua. Tangannya erat menggenggam kayu penyangga tangga menuju ke lantai dasar. Dari situ ia melihat Putra semata wayangnya terluka dan berusaha menahan diri agar tidak menyakiti Alexa dengan perkataannya yang kasar. Sebagai seorang ibu, nyonya milea dapat merasakan kesedihan Tuan Arion. Namun sebagai seorang wanita, beliau juga dapat memahami perasaan dan pikiran Alexa. Saat ini, di dalam hati Nyonya Milea yakin bahwa sesungguhnya Alexa masih menyimpan perasaan yang dalam terhadap Tuan Arion. Hanya saja, ia membutuhkan waktu dan juga ketenangan untuk merasakan cintanya. "Arion, kamu harus menahan diri karena dalam hal ini, memang kamu lah yang bersalah. Seharusnya kamu berusaha lebih keras lagi dalam menekan emosi terhadap A

