"Saya tulus meminta maaf kepadamu," kata Daffa. "Saya tau pak, tapi aneh saja mendengar permintaan maaf itu," kata Kania dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya. Siapapun tau itu bukan senyuman bahagia, tapi senyum ketir dari seorang Kania. "Saya tau kesalahan saya waktu itu, tidak bisa dimaafkan. Tapi saya janji tidak akan mengulangi itu lagi," kata Daffa bersungguh-sungguh. Ia benar-benar tak bisa membiarkan saja masalah ini, selagi Kania belum memaafkannya ia tak akan bisa tidur dengan tenang. "Iya Pak, saya tau. Itu bukan sepenuhnya salah bapak. Salah saya juga merahasiakan ini dari Aldi sehingga semuanya menjadi salah faham," jelas Kania. Ia juga tak menyalahkan Daffa sepenuhnya. Karena dari awal mereka semua tidak tau sehingga terjadilah kesalahfahaman ini. "Saya be

