“Sama saja aku ditekan jika begini,” kata Heri pada Wiguna. “Jika aku tidak segera pergi aku pasti celaka. Pengurus resort pasti sudah menghubungi pihak berwajib kan.” Wiguna berjalan mendekat dan menepuk bahu Heri. “Sorry bro, aku hanya menjalani apa yang diperintahkan dan dikatakan oleh Wildan,” ujarnya memberitahu. Heri menarik nafas panjang. “Baiklah, aku akan menghubungi Wildan. By the way, terima kasih sudah membantuku,” ucapnya tidak lupa berterima kasih. Wiguna menganggukkan kepalanya dan tersenyum simpul. Ia membuka pintu dan kemudian pergi dari ruangan. Sementara Heri langsung merogoh ponsel yang ada di dalam sakunya dan kemudian segera menghubungi Wildan. Jari-jari Heri mencari nama Wildan dan setelah menemukan nomer telponnya di kontak ponsel, Heri mangarahkan ponselnya di

