Harus waspada

1143 Kata

"Jangan membuat masalah semakin rumit lagi!" seru Nia menegur. Wildan langsung terdiam dan kemudian tersenyum lebar. "Tidak. Aku tidak membuat masalah semakin rumit. Aku hanya sedikit memberikan bumbu saja," katanya sambil tersenyum simpul. Nia memejamkan matanya perlahan. Kesal dengan Wildan yang sangat keras kepala sekali diberitahu. Ia memberanikan diri mendekatkan dan mengandahkan muka. Memegangi kedua pipi Wildan sambil menatapnya tajam. "Hei, dengarkan aku ...," ujar Nia menatap lekat manik mata Wildan. Wildan membalas tatapan Nia. Ia tanpa sadar juga menatap manik mata yang berwarna hitam pekat itu. "Dengarkan aku Wildan. Cukup jangan lakukan apa pun lagi. Biarkan saja aku yang melakukan sesuatu untukmu. Aku lebih mudah untuk membalaskan perasaan kecewamu ini. Ingat, aku masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN