“Siapa Diva ya ...?” Nia bertanya pada dirinya sendiri dengan suara tergagap. Tangannya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Gina yang menjadi tatapan terakhir, wajahnya langsung terhias senyuman pahit dengan terpaksa. Gladis menatap Gina dan Nia bergantian lagi. “Apa gosip yang beredar jika sebetulnya mbak Clara itu sudah memiliki anak memang benar?” Lagi-lagi Nia dan Gina kembali bertatapan. “Benar ya?” tanya Gladis kepo. Kedua alisnya terlihat naik ke atas saat bertanya. “Selama yang aku tahu sih gosip itu tidak benar. Dan ... Oia!” seru Nia pura-pura. “Aku ingat, gadis kecil yang di maksud Clara itu adalah Diva, seorang fans fanatik Clara yang sekarang sedang sakit.” Mulut Gladis maju ke depan dan membentuk huruf O besar. “O ... jadi begitu ...,” katanya manggut-manggu

