Hari ini Clara pulang larut dari mengisi acara HUT Kota. Mobil yang mereka naiki berhenti di depan pagar yang berdiri tinggi dan kokoh melingkari rumah besar di dalamnya. “Kita sudah sampai,” kata Gina sambil menoleh ke arah Nia dan kemudian menoleh ke belakang tempat Clara duduk. Gina sedikit lama melihat ke arah Clara yang tak meresponnya. Melihat tatapan Gina yang tak berpaling dari Clara, Nia ikut menoleh ke belakang. Dilihatnya Clara sedang termenung menatap ke arah luar jendela. “Ra, kita sudah sampai,” kata Nia memberitahu. Clara sama sekali tidak merespon. Ia masih duduk termenung menatap ke arah luar. Tenggelam dalam gelapnya malam yang sunyi. “Clara ...,” panggil Nia lagi. Sekali lagi dipanggil pun Clara tetap tidak sadar. Ia bagai sebuah patung lilin tanpa nyawa. “C

