Clara menutup panggilan telponnya dengan kasar. Bahkan nyaris saja ponselnya ia lempar ke lantai. Suasan malam yang hening, membuat suara Clara yang berbicara di dalam kamar terdengar jelas dari balik pintu. Gina yang hendak mengambil minum di lantai bawah, spontan menghentikan langkah kakinya dan menguping. Tidak usah menempelkan daun telinganya pada pintu kamar. Suara Clara jelas terdengar sedang berbicara apa. Gina mengerutkan dahinya. “Reno ... Diva ...?” gumannya lirih. “Clara menelpon Reno di malam selarut ini? Sepertinya memang ada hubungan spesial di antara mereka.” *** “Kosongkan semua jadwalku hari ini ...,” kata Clara pada Nia yang sedang berdiri di samping ranjang, sambil melipat kedua tangan tepat di depan dadaa. “Jadwalmu hari ini

