"Kenapa melihatku begitu?" tanya Gina pada Nia. Ia merasa tidak nyaman ditatap tajam begitu. "Apa kamu sedang merencanakan sesuatu?" tanya Nia menatap lekat. Gina menggeleng kepalanya. Gulungan kertas hvs digenggamnya erat, menyembunyikan perasaan takut jika Nia mengetahui rencananya bersama Lolita. "Jangan menuduh, itu fitnah namanya!" Nia menghela nafas panjang. Secangkir kopi s**u hangat yang ada di depannya diambil dan kemudian disesapnya kasar. Ia memalingkan muka sesaat dan menghembuskan nafas kasar. "Awas saja jika ternyata kamu menusuk Clara dari belakang. Aku pasti sudah mendepakmu." Gina menelan ludah. Sesungguhnya dia takut atas ancaman Nia padanya. "Aku tidak ada rencana apa-apa Nia. Kenapa sih kamu suudzon terus sama aku?" Nia menarik nafas panjang. "Tentu saja ak

