Nia melirik ke arah Wildan yang terlihat bosan menunggu Clara yang pasti tidak akan datang di malam begini. “Dia tidak akan datang Wil ...,” kata Nia membuka suara. Wildan tidak menoleh. Ia menggigit bibir bawahnya sembari menyandarkan punggungnya di dinding. Kedua matanya tetap memandang ke luar jendela, mengamati kemungkinan Clara akan segera pulang. Merasa diabaikan, Nia beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Wildan. “Clara tidak akan pulang malam ini,” kata Nia sambil mengusap lengan atas Wildan dengan lembut. Wildan tidak bergeming. Ia tetap fokus melihat ke arah luar jendela. Berharap pagar rumah Clara yang tinggi dan kokoh itu akan terbuka. Tapi apa yang dikatakan Nia memang benar, Clara tidak akan pulang malam ini. Nia menatap sisi wajah Wildan dan mengamatinya. Wildan

