Wildan sudah terpancing dengan apa apa yang dikatakan Astrid. Ia telah melempar Stole bulat yang berada tidak jauh darinya. Nafasnya terengah karena tersulut emosi. Nia yang melihat semua itu pun sampai menutup kedua telinganya. Tidak habis pikir bisa-bisanya Astrid berani memancing emosi Wildan yang mudah sekali tersulut. Merasa belum puas. Wildan ingin menarik meja dan juga melemparnya. Namun Nia buru-buru menyergahnya. Buru-buru Nia memeluk punggung Wildan dari belakang. Aroma khas Wildan yang selalu terhirup tanpa sengaja ketika duduk berdampingan dengannya atau hanya sekilas saat berpapasan, kini terhirup sangat kuat. "Sudahlah Wildan ...," kata Nia dengan suara lirih dan parau. Kedua tangannya melingkari perut Wildan. Membuat Wildan yang ingin melempar barang-barang, seketik

