Gina melonjak dari tempat tidurnya. Tiba-tiba saja dia teringat akan kontes ajang pencarian bakat yang sudah sangat lama terjadi beberapa tahun yang lalu itu. "Pasti mereka memiliki rekaman videonya!" pekik Gina dengan sepasang mata membulat. Mumpung masih ingat dengan idenya, Gina segera mencari ponsel miliknya dan menghubungi Lolita. Di rumahnya, Ponsel Lolita yang lupa disenyapkan berdering nyaring, mengganggu ketenangan. Dengan mata terpejam. Tangan kanan Lolita menggapai-gapai ponsel yang ada di atas kepalanya. Dengan wajah merengut dan sepasang mata yang masih lengket. Lolita membaca nama di layar ponsel. Bertuliskan nama 'Gina.' Lolita berdecak kesal. Tapi tetap ingin menjawab panggilan telpon. "Ck ...! Tidak tahu diri. Telpon malam-malam ...," sungutnya kesal. Belum juga Gi

