Reno terdiam dengan pertanyaan Clara yang tidak mampu di jawabnya itu. Ia tidak mungkin menjawab ‘tidak’ sedangkan di dalam hatinya cinta terus menggebu dan tidak bisa disingkirkan, walau sudah berusaha sekuat hati. Mendengar tidak ada suaranya Reno. Membuat Clara merasa jika Reno memang ingin pergi darinya. Clara menghela nafas panjang. Ia mengatupkan bibirnya dan berusaha agar kedua matanya yang sudah berkabut itu tidak menjatuhkan air mata. “Baiklah jika kamu memang menginginkan ini. Lagi pula aku juga tidak ingin Astrid mengalami hal buruk,” kata Clara dengan suara parau. “Semoga Astrid cepat pulih kembali. Selamat malam Reno. Salam untuk Astrid.” Clara hendak menutup panggilan telepon. Tapi Reno buru-buru memanggil Clara dengan segera. “Rara, tunggu!” Ponsel yang sudah dijauhkan

