Kabur

1442 Kata

Kedua lutut Erna terasa lemas mendengar jawaban Wildan. Ia langsung terduduk di kursi halaman belakang rumahnya. "Ya Tuhan ... lalu bagaimana ini ...," ujarnya lirih. "Mungkin polisi-polisi itu mamaksa membawaku dari sini," kata Wildan. "Bila mereka memaksa, terpaksa aku akan ikut mereka." "Jangan!" sahut Erna. "Sudah, jangan ke mana-mana! Cukup di sini saja!" Wildan menatap ibundanya itu. Menarik nafas panjang. "Bagaimana jika polisi-polisi itu memaksa masuk ke rumah kita dan ingin menangkapku? Mau tidak mau aku harus ikut mereka. Tapi walau aku ditangkap aku merasa, aku akan lepas dari jerat hukum secepatnya. Pengacaraku kan hebat." "Iya, kalau masalah ini, hanya masalah kecil Wil ... ini masalah besar!" seru Erna lagi. *** "Bisa kami bertemu dengan Nyonya Erna dan Tuan Wildan?" t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN