“Nyonya Clara ...!” panggil Bi Kesi dari balik pintu kamar. Clara yang sedang beristirahat di kamarnya sayup-sayup mendengar suara yang memanggil namanya. “Iya, Bi ... Ada apa? Masuk saja,” jawabnya. Suara pintu kamar terbuka. Bi Kesi berjalan mendekat ke ranjang tidur Clara. “Ada apa Bi?” tanyanya sambil memegangi keningnya. Kepalanya masih mengisyaratkan perasaan kantuk yang amat sangat berat. Kelopak matanya terasa menempel satu sama lain dan bulu mata atas dan bawah serasa terikat. Keningnya sedikit memar karena kejadian nahas, terbentur kencang dek lantai kapal. “Ada apa Bi? Apa ada hal penting?” tanyanya sambil mengerjapkan mata. “Maaf Nyonya, jika aku mengganggu,” jawab Bi Kesi tidak enak hati mengganggu majikannya. Clara tersenyum simpul. “Tidak apa-apa. Katakan saja, mem

