Setelah saling diam di sepanjang perjalanan, kami akhirnya sampai juga di sebuah parkiran basement sebuah mal besar di kota ini. Dr. Vadi menghentikan mobilnya setelah memastikan mobil terparkir dengan presisi di tempatnya. “Ayo,” katanya sembari melepas seat belt dan mematikan mesin. Aku hanya mengangguk dan mengikuti geraknya. Keluar mobil dan berjalan beriringan dengan lelaki yang berpakaian bagai ingin main ke rumah tetangga tersebut. “Pelan-pelan, nanti aku jatuh,” kataku sembari sedikit mengejar dr. Vadi yang mempunyai langkah panjang tersebut. Dr. Vadi seketika menghentikan langkahnya. Menoleh dengan wajah datar sehingga membuatku sedikit tak enak hati. “Maaf, Mas.” Aku kembali berjalan di sampingnya. Lelaki itu kini bisa memelankan langkahnya hingga aku tak terlalu buru-bur

