“I-itu ....” Lidahku benar-benar kelu. Aku tak yakin alasan apa yang bisa membuat Mama percaya. “Kamu berselingkuh, Uf?” Mama membelalakkan kedua matanya. Spontan membuatku kalang kabut dan serasa kehilangan pijakkan. “Jawab, Uf!” Mama mencengkeram kerah jaketku. Aku tak menyangka bahwa dia akan semarah ini saat tahu bahwa aku main serong. “Ini karena Risa, Ma. Dia tidak melakukan kewajibannya sebagai istri dengan baik.” Akhirnya, bibirku lancar juga mengeluarkan sebuah statement. Mata Mama masih membeliak. Dia seakan masih tak percaya dengan ucapanku. “Kenapa tidak kalian bicarakan baik-baik, Uf? Semua jadi berantakan! Mama yakin bahwa Risa pasti ada alasan meninggalkan rumah ini, meskipun perbuatannya tidak bisa dibenarkan sama sekali!” Mama mengeluarkan suara yang nyaring. Benar-ben

