Fans Meeting

539 Kata
Kilatan lampu kamera maupun ponsel menyambut mereka sejak keluar dari kendaraan dan memasuki lobby. Dimas menggenggam erat tangan Nayang berusaha tenang dengan seulas senyum tipis. “ Takut hilang ya ?” bisik Lody dari balik punggungnya. Dimas tertawa melihat Nayang cemberut ,” Aku dititipin.” “ Alasan.” Lody meraih bahu Nayang ,” Nara sama Rory.” Nayang tertawa, ketegangannya sedikit terurai .... ,” Lebih aman aku sama Lyra.”. putusnya dan menggandeng lengan gadis yang melangkah didepannya. Lyra tersenyum ,” Sini ... lebih aman bersamaku daripada mereka.” Melambaikan tangan pada barisan penggemar yang memanggil namanya. “ Nayang .... kok gak pernah datang kalau ada pemberian penghargaan ?” salah satu penggemar bertanya dalam sesi tanya jawab. “ Ehm .... yang saya lakukan hanyalah bekerja bersama mereka semua. Keberhasilan drama ini adalah hasil kerja keras semua anggota tim. Jadi, selama ada satu atau beberapa dari mereka disana, itu sudah cukup.” “ Sudah ada rencana film atau drama terbaru ?” Nayang menggeleng tegas sambil tersenyum ,” Tidak, tidak sebagai pemain.” “ Satu lagi ... benarkah pacaran sama Dimas ?” Nayang tergagap dengan wajah memerah, tidak berani menatap Dimas yang duduk disampingnya. Digaruknya kepala saat layar lebar dibelakang mereka menampilkan adegan Aneth memeluk Nara dan ruangan bergemuruh. “ Dimas ?” kejar pembawa acara. Dimas tersenyum ,” Eeehmmmm ...” “ Menurut kalian ?” potong Lody dan Lyra bersamaan . Jawaban ya dan tidak bersahutan dari penonton. “ Jadi ?” penanya terakhir tidak mau menyerah. Dimas menarik nafas, menangkap kilasan takut dan bingung diwajah Nayang ,” Nara bagian dari hidup Rory.” Tersenyum ketika Lody segera melingkarkan lengan di bahu Nayang. “ Itu Nara ... kalau Nayang ?” Dimas tertawa ,” Biar Nayang dan orang orang yang menjadi bagian dari hidupnya yang tahu.” Pembawa acara segera mengalihkan topik setelah mendengar seruan tidak puas dari penonton yang penasaran “ Oke ... sekarang kita main games ....” Hembusan nafas lega Nayang hanya berlangsung sampai acara selesai, begitu keluar deretan insan pers sudah mencegatnya, mendesak dengan pertanyaan pribadi yang sama. “ Nayang, benar Rei itu kakakmu ?” “ Ya.” “ Arganta dan Samantha Lambert itu sepupumu ?” “ Ya.” “ Lalu Dimas ? Kekasihmu ?” Nayang hanya tersenyum... aku sendiri tidak tahu ... dan tidak siap dengan itu .... “ Kalau foto foto dan video ini bagaimana tanggapanmu ?” seseorang mengulurkan tabletnya. Nayang tertercengang melihat begitu banyak foto dan video pendek, yang nampak diambil tanpa sepengetahuan mereka, didalam aku media sosial itu. Dimas mendekat, melihat akun yang sudah sering dilihatnya sejak launching drama ini setahun yang lalu ,” Nayang tidak pernah membuka media sosial.” Ditatapnya gadis yang masih terlihat bingung ,” sampai saat ini belum ada hubungan apa apa antara kami, baru sebatas teman kerja.” “ Belum ? Berarti mau dong ?” Dimas tertawa ,” kalau ditanya mau ... Kamu mau gak kalau punya kekasih seperti dia ?” tanyanya jahil pada lelaki kurus didepannya ,” Sudah yaaa, kami sudah ditunggu kendaraan untuk acara selanjutnya. Terima kasih.” “ Cieeeeee” dan lampu berkilatan ketika Dimas meraih bahu Nayang, membantunya menembus kerumunan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN