Sudut Pandang Maxine Martin Kupikir Ethan akan mengangkat telepon dari Clifford, temannya, tapi dia malah mengabaikannya. "Max, ayo kita pergi," katanya padaku. "Kenapa tidak diangkat saja telepon dari temanmu?" tanyaku, namun tiba-tiba Tuan Enzo menyela pembicaraan, menatap Ethan dengan serius. Aku memperhatikan penampilan Tuan Enzo. Baru sekarang aku menyadari matanya terlihat sedikit bengkak, seolah-olah kurang tidur. Wajahnya tampak lelah. “Oh, Ayah, mungkin Clifford menelepon karena Max lagi. Pagi-pagi dia sudah meneleponku, bertanya apakah dia boleh berteman dengan Max,” jawab Ethan santai. Aku terkejut mendengar ucapan Ethan. Aku teringat kemarin dia bilang Clifford menyukaiku. Jadi, ini benar-benar mengganggu Ethan karena aku. Aku melihat mata Tuan Enzo menyipit, tapi dia ti

