Sudut Pandang Maxine Martin “Maxine, kamu belum pulang juga?” Klea menegurku sambil merapikan buku catatannya dan memasukkannya ke dalam tas. Aku melirik jam tangan. Sudah pukul enam sore. Perpustakaan akan segera tutup dalam beberapa menit. “Kamu duluan saja, Klea. Aku mau menyelesaikan bacaanku dan mencatat beberapa hal penting,” jawabku sambil kembali fokus pada buku di tanganku dan mencatat di buku tulis. Aku membeli buku ini untuk mata kuliah yang sedang kupelajari. Tapi, menurutku lebih efektif kalau membaca referensi dari penulis lain juga. Kadang, penulis lain menjelaskan materi dengan lebih baik daripada yang ada di buku utamaku. “Sampai jumpa minggu depan, Maxine. Hati-hati di jalan, ya? Oh, dan semoga lancar besok di pertemuan kelompokmu,” ujar Klea. Sayangnya, Klea dan ak

