Sudut Pandang Maxine Martin Apakah aku sering pulang terlambat? Apakah Tuan Enzo diam-diam memantauku, memastikan aku tidak pulang larut malam? Dan apakah aku juga harus mengikuti jam malam seperti anak-anaknya? Aku sudah dua puluh dua tahun. Aku tidak mengerti kenapa dia harus menanyakan hal itu, lagipula aku bukan anaknya. Mungkin dia hanya khawatir karena aku tinggal di rumahnya. “Tuan Enzo... Sekolah sedang sibuk belakangan ini. Ujian masuk sudah dekat. Saya banyak belajar dan mengerjakan proyek bersama teman sekelas saya,” jelasku, berusaha memberikan alasan yang masuk akal. Aku merasa lega bisa menjelaskan itu sambil menatap matanya yang seolah bisa menembus pikiranku. Tapi rasanya lututku hampir lemas. Wajahnya yang tampan benar-benar membuatku tidak berdaya. Bagaimana mungkin pa

