Pak Sapta menjemput Laras di halaman rumah sakit. “Mari, ikuti saya Nyonya Muda,” kata Pak Sapta setelah membuka pintu mobil untuk Laras dan menutupnya. “Mari, Pak.” Laras mengikuti Pak Sapta dan masuk ke dalam gedung rumah sakit itu. Keduanya berjalan melewati lobi lalu menuju lift. Laras mengajukan pertanyaan saat mereka menunggu lift. “Bagaimana kondisi Alena, Pak? Apa dia alami luka parah?” “Untuk sementara yang terlihat tidak begitu parah, Nyonya. Ada bengkak, memar akibat benturan di kepala, kening, pipi, tangan dan juga kaki. Tapi, masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Pak Sapta. “Oh, apa Alena merasakan sesuatu atau bagaimana? Keluhan apa yang ia rasakan sekarang?” Laras menatap serius Pak Sapta. “Iya, Nyonya. Non Al masih mengeluh jika kepalanya sakit dan kakinya

