Ryan sedang asyik menatap telepon genggamnya, sementara Laras masih menunggui Alena di samping ranjang. Laras tak mengusap rambut, paha atau kaki Alena lagi, karena dia sudah meminta Laras menghentikannya. Perlahan Alena bangun. “Al, kamu mau ke mana?” tanya Laras. Alena tak menjawab. Ia berusaha menggeser tubuhnya seakan ingin turun dari ranjang. “Apa kamu ingin ke kamar mandi?” “Ya,” jawab Alena singkat. “Oh, baiklah kalau begitu. Sebentar aku akan mengambilkan kursi roda dulu,” ucap Laras bergegas. Ryan pun segera datang membantu. “Sini biar aku akan menggendongmu ke kursi roda saja.” “Tidak!” Laras menghalangi Ryan yang sudah merunduk ke ranjang ingin menggendong Alena. Sebelah tangannya sudah ada di depan Alena. Ryan tampak mulai kesal menatap Laras. “Apa menggendongnya juga

