“Mengapa harus memilih Laras? Jika kita masih bisa satu kamar demi kebaikan bersama. Aku bisa menemani dan memantau kondisimu dan juga Alena secara bersamaan.” Ryan masih terus berusaha membujuk Laras. Tidak enak hati rasanya jika meninggalkan Alena. Kemudian dia beralih kamar bersama istrinya dan hanya menyuruh Pak Sapta dan Yanti menemaninya. Sementara tadi dia telah berjanji akan menemaninya di sini. Laras membalikkan badan dan berusaha bangun. Lama-lama ia tak sabar dengan sikap Ryan yang masih membujuknya. Ryan bubur-buru membantunya. Tapi Laras berusaha menolak dengan sedikit mendorong tangan Ryan. “Tidak perlu. Aku bisa sendiri.” “Oke,” sahut Ryan dengan wajah terlihat sedikit kesal. Menjauhkan tangan Ryan dari Laras. Seperti halnya Alena yang kemungkinan memanfaatkan penderitaan

