“Tolong katakan pada saya, Pak Sapta. Apa maksudnya pernyataan Pak Sapta tadi? Mengapa suatu saat saya akan bisa mengerti dengan perlakuan Ryan terhadap Alena?” tanya Laras lagi. “Tidak ada apa-apa, Nyonya Muda. Maafkan saya, telah membuat Nyonya Muda jadi bingung. Saya hanya tidak ingin Anda sakit, memikirkan sikap Tuan Muda pada Nona Alena,” jawab Pak Sapta terlihat gugup. Terlihat jelas oleh Laras pria itu menyesali perkataannya. Sebenarnya dia ingin mengungkapkan masa lalu itu. Tapi, seketika ia sadar itu bukanlah haknya. Satu-satunya yang berhak mengungkap atau tidak hanyalah tuan mudanya. “Oh, benarkah? Pak Sapta hanya bikin saya berpikiran yang bukan-bukan saja. Saya kira tadi, mereka itu punya rahasia di masa lalu?” tanya Laras terlihat sedikit kecewa. Ia yakin Pak Sapta menyembu

