Ryan terkejut begitu mengenali sosok pria yang datang bersama Laras tadi. “Kau? Kau bukankah pria di toko roti tadi pagi?” “Ya, kau benar. Aku pria yang ada di toko roti tadi?” jawab pria itu dengan tenang membalas pertanyaan Ryan. Sangat sulit dipercaya. Emosi Ryan tak tertahankan lagi. Darahnya sudah sampai ke ubun-ubun. “Bukankah Anda tadi mengatakan akan bertemu pacar Anda di toko roti itu, Tuan?” Pria itu terkejut dan menelan ludahnya sendiri. Dia tak menyangka jawaban asalnya bisa berbuntut panjang begini. Dan bisa memperkeruh rumah tangga seseorang. Ia menjadi gugup dan tak tahu harus menjawab apa. “Dengar, Tuan. Anda telah salah paham. Tadi itu bukan── “ “Aaaarghh... Cukup aku tidak butuh lagi penjelasanmu!” teriak Ryan. Kemudian beralih menatap istrinya dengan tatapan penuh a

