Rion, Tutup Mata! (A)

1176 Kata

"Kapan selesainya ini naskah! Fuuuh!" Ishela meletakan kepalanya di atas meja kerja temannya-yang entah sampai sekarang belum memperlihatkan batang hidungnya. Sekarang sudah lewat jam delapan lebih lima belas menit, tetapi belum ada pula kemunculan pria itu. Ishela mendecakan lidah. Dia menoleh ke kanan ke kiri memperhatikan karyawan yang wara-wiri sambil membawa tumpukan map. Ishela menyandarkan kepala di punggung kursi. Sembari bersandar, ia memainkan jari-jarinya di atas pahanya yang berbalut jeans abu-abu tua. Tuh kunyuk kalau lagi dibutuhin malah nggak nongol! Ishela setengah mendengus. Dia mondok, duduk di kursi ini sampai panas, tetapi ke mana teman-temannya itu? Perempuan itu menatap layar laptopnya dengan lesu. Naskahnya stuck di detik-detik ending, nyaris selesai. Tapi pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN