Galaknya Minta Ampun (B)

1078 Kata

"Kepala kamu?" Leo menatap Ryani kuatir. Pasalnya luka di kepalanya cukup mengkhawatirkan. Sampai dijahit lho. Wajahnya pucat, dan Ryani terlihat lemas. "Gimana ceritanya Ryani jadi gini, Sele?" Selena menggigit bibir bawahnya, kemudian menyahut. "Gue nggak tahu. Pas gue tinggal Ryani buat beli pesenan Mama, pas gue balik, tuh perempuan udah dorong Ryani sampai nabrak sesuatu. Ya itu, sampai kepala Ryani luka dan harus dijahit." Perempuan? Mendorong Ryani? "Kamu kenal sama perempuan itu? Kenapa nggak ngelawan?" Leo menatap Ryani. "Gimana saya mau ngelawan, orang perempuan itu mendadak dorong saya sampai jatuh. Saya juga kaget, Pak Leo!" Ryani membalas sinis. "Saya nggak kenal sama perempuan itu, tapi wajahnya nggak asing buat saya. Tapi saya lupa," "Udah, kita bahas ini nanti. Mama s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN