Seharian ini Leo tidak keluar dari kamar barang sebentar pun. Ia kalut, ia terus memikirkan kata-kata Renata kemarin. s**t! Memang benar apa yang Bastian katakan tentang Renata. Selain cerewet, perempuan itu juga sok tahu. Apa Renata bilang? Renata berpikiran Ryani itu seseorang yang spesial bagi dirinya? Apa terlihat seperti itu? Ia mengacak-acak rambutnya—entah sudah ia lakukan berapa kali. Sejak ia membuka mata ia bergelut di atas ranjang tidak jelas. Tubuhnya bergerak ke kanan lalu ke kiri lalu mendengus keras. Kemudian duduk, lalu bangkit lagi. Ah, kenapa otaknya jadi kacau begini! "Pak Leo." Leo membeku. Itu suara Ryani. Leo membaringkan tubuhnya kembali dan berpura-pura tidur. Leo menutup wajahnya dengan selimut. Ia menunggu suara Ryani memanggilnya kembali. Lama...

