Sesuai janji Leo. Ia mengajak Jona jalan-jalan, ke mana saja asal Jona tidak menangis, apalagi menolak digendong Leo. Tapi jalan ke mana, ya? Leo penginnya sih cuma jalan berduaan aja, nggak pake siapa-siapa, apalagi Ryani. Leo mencebikan bibirnya kesal, kalau Ryani nggak diajak, yang ada Jona yang cemberut. Seharian nangis, terus lempar-lemparin botol susunya. Itu lebih nyeremin. Anak seusia Jona itu kalau marah apa-apa pasti dibuang, kalau diturutin, pasti banyak maunya. Kayak sekarang ini, niatnya mau jalan berdua. Eh, si Jona malah nangis minta ditemenin sama Ryani. Emang nggak bosen berduaan mulu sama, Mama Ryani, Nak? Heh. Kedengarannya begitu menggelikan. Leo mendengus, ia menoleh ke samping menatap Ryani memangku Jona. Bocah laki-laki itu tampak begitu senang, terus, dan terus

