Saya Akan Menunggu

2256 Kata

Pintu kamar Ryani tidak dikunci. Leo membuka pintu kamar perempuan itu perlahan, Ryani duduk di pinggir ranjang sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan. Bahu Ryani bergetar, isakan tangis terdengar begitu jelas memasuki gendang telinga Leo. Hidup yang dijalani Ryani tidaklah mudah. Dua orang yang paling dicintainya berselingkuh di belakangnya, kemudian menghasilkan seorang anak. Leo mendesah, ia mengusap wajahnya dengan kasar. Leo bisa merasakan kesedihan Ryani, rasa sakit Ryani. Dan, Leo menyadari, ini jawaban Ryani atas penolakan cintanya kemarin. Leo berlutut, menarik satu kaki Ryani yang meneteskan darah segar akibat pecahan gelas tadi. Ryani tersentak, ia menarik kedua tangannya dari wajahnya. Ryani tampak pucat, matanya memerah karena menangis. "Diam dulu," Leo menarik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN