Anak Marco

2789 Kata

Ia meletakkan piring yang telah ia cuci dengan bersih. Ia meletakkan satu tangan di d**a. Benar... Jantungnya berdetak lebih cepat. Kenapa? Ryani bertanya pada dirinya sendiri. Ah, kelakuannya jadi makin aneh semenjak si bujang lapuk itu menyatakan cinta padanya. Duh, Ryan... bukannya lo sendiri yang bilang sama Leo, kalau lo belum siap untuk membuka hati lagi? Ryani merutuki dirinya sendiri. Satu tangannya bergerak memukul kepalanya sendiri. Kenapa dia bersikap seakan-akan dia menyesali penolakkannya? Ryani menggeret kursi di sana lalu duduk sambil bersandar. Ia memejamkan mata sejenak, menghilangkan rasa pening yang menyerang kepalanya. Rasanya tidak mudah untuk jatuh cinta lagi... Dia baru mengalami yang namanya kegagalan. Rumah tangganya berantakan, dianiaya suaminya sendiri, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN