15. Kandidat jodoh

1674 Kata

"Mas Rion?"  Rion menoleh dan cukup terkejut saat mendapati Kiana berdiri di sana. Rasanya kota ini memang terlalu sempit sehingga mereka bisa kembali bertemu di waktu dan tempat tidak terduga. "Temen kamu, Sayang?" Namira menanyakan itu pada putrinya yang langssung mengangguk. "Mas Rion lagi nyari alamat?" Kiana mendekat dan melihat alamat yang ditulis Rion pada sebuah kertas. "Iya, saya ada janji sama orang di kafe ini, tapi dari tadi saya cari nggak ketemu. Katanya di deket alun-alun." Rion mengatakan itu dengan wajah bingung, matanya tampak memindai wajah Kiana lalu muncul senyuman simpul. Interaksi keduanya tidak luput dari pandangan Namira yang kini juga tengah mengulum senyum. Ternyata putrinya sedang dekat dengan beberapa laki-laki, dan jika dilihat dari pandangan pertama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN