Hiruk pikuk kota Jakarta di siang hari membuat Salsa makin ingin cepat-cepat sampai ke rumah. Belum lagi sekarang dia sedang berada di angkot yang panasnya tidak usah ditanyakan lagi. Disaat angkot sudah penuh dan bahkan untuk bernapas pun susah, si supir masih saja menambah penumpang, terlebih penumpang baru ini tidak memiliki bodi ramping layaknya model. Si Ibu memilih mengintimidasi Salsa karena diantara semua penumpang Salsa lah yang terlihat paling lemah, karena ia satu-satunya anak sekolah. Jika beruntung, Salsa biasanya akan se-angkot dengan si kembar Dian dan Diana yang sekelas dengannya tapi akibat ia telat menulis dan tidak dibiarkan pulang sebelum catatannya selesai, ia harus ketinggalan si kembar. Dan alhasil ia cengo di angkot. Si Ibu gemuk itu memaksakan diriny

