"Sa" "Sa" Yang dipanggil tak kunjung balik, Raihan melepas headshet di telinga sebelah kanan Salsa lalu memegang kedua bahunya membuat badan Salsa berputar 90° berhadapan dengannnya. gotcha! mata mereka kembali bertemu. Salsa diam, Raihan ikut diam, seakan terhipnotis oleh kedua mata hitam Salsa, Raihan sempat lupa dialog yang akan dia ucapkan pada Salsa. Sementara Salsa, bukannya menyadarkan diri ia malah menikmati keindahan mata Raihan, meskipun cowok itu masih mengenakan kacamatanya, Salsa dapat melihat jelas manik mata dari pria itu. Bukan hanya tatapan Raihan yang mematikan, sentuhannya juga. Salsa dapat merasakan dengan jelas sentuhan Raihan di bahunya seperti sengatan kecil yang memberikan sensasi tersendiri untuk Salsa. "Um..mh ga turun?" Raihan memulai pembicaraan

