Sebelas tahun kemudian. Kenan baru saja selesai menggunakan softlens hitamnya saat Adrian berteriak heboh di depan pintu kamarnya. "Bang! Abang! Ayo sarapan!" Kenan membiarkan Adiknya tetap berteriak heboh memanggil-manggilnya di depan kamar tanpa berniat membukakan pintu atau bahkan hanya sekedar menjawab. Karena sadar jika kakaknya itu tidak akan pernah merespon panggilannya, bocah kelas enam SD itu memilih untuk langsung membuka pintunya. "Ayo sarapan! Sama Mommy suruh turun," ucap bocah berseragam merah putih itu sambil bermain game di ponselnya. "Hmm." Bergumam adalah respon singkat yang selalu Kenan keluarkan. Kenan mengambil tas dan melihat penampilannya sekali lagi di depan cermin sebelum berjalan mendekati Adrian yang masih bersandar di pintu kamarnya yang terbuka. "Udah,

