part 20

728 Kata
Pagi hari sudah datang, suasana yang sejuk dengan matahari yang menyinari dunia dengan sangat indah. Hari ini aku terlambat bangun, mungkin karena kelelahan akibat ulah mas herman semalam. Akhirnya aku hanya membuat kan nya sarapan dengan roti saja, untungnya mas herman bisa terima dengan sarapan yang ku buat. "Mas mau pakai selai apa?" tanyaku "Selai coklat saja sayang, dikasih keju sedikit" ucapnya "iya mas" jawabku Segera aku membuatkan permintaan dri suamiku. Saat sedang asyiknya membuat roti untuk sarapan mas herman, tiba tiba saja pintu ada yang mengetuk. Tookkk.. tokk... "Permisi" ucap sesorang dari luar "Nih mas roti nya, mas sarapan saja, biar aku yang buka pintu nya" ucapku Segera aku membuka pintu, dan ternyata yang ada dibalik pintu adalah wanita semalam yang datang kesini. Santi, mantan mas herman. "Hai dik, gimana? Apa aku boleh minta nomor ponsel herman? Apa kamu sudah ceritakan semua dengan herman?" ucapnya dengan raut wajah penasaran "emmm.. be.. begini mbak, saya sebenarnya...." belum siap aku berkata tiba tiba saja mas herman langsung menyusul ku untuk melihat siapa yang datang pagi pagi beginu. "Santi?" ucap mas herman "Hai man.... Kamu kemana saja, aku mencari mu terus terusan. aku kangen banget sma kamu man" ucapnya sambil menggenggam tangan mas herman, namun segera di tepis dengan mas herman. "Apa kamu tidak punya sopan santun, datang kerumah orang pagi pagi seperti ini?" "Bukan begitu,aku hanya ingin berjumpa dengan mu, barangkali kalau aku datang pagi pagi begini bisa bertemu dengan kamu" "untuk apa kamu ingin bertemu dengan ku? bukankah urusan kita sudah selesai, kita tidaj ad hubungan apa apa lagi, kamu hanya masa laluku" "Please herman.. Kita bisa perjuangin cinta kita agar bisa mendapat restu darinya" "Aku sudah tidak mau lagi dengan mu. sungguh kamu w************n. Disaat aku susah, kamu malah menghilang entah kemana. Benar kata mama ku, kamu manusia murahan" ucap mas herman. Aku yang sedari tadi diam, akhirnya aku memutuskan untuk membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka berdua saja, namun saat aku ingin pergi, tiba tiba saja taangan mas herman menarik pinggang ku, yang membuat aku jadi jatuh ditubuh nya. "Dan satu lagi yang harus kamu tau, aku sudah memiliki istri. Ini istriku..."ucap mas herman "kamu bercandan mas? kamu bilang kamu sudah menikah, dan ini istri mu? Kamu menikah dengan anak kecil? aku tau tipe kamu man, dia bukan tipe kamu banget" ucap santi sambil tertawa. "Kamu tau apa tentang ku, yang kamu tau kan cuma uangku. Silahkan pergi karena kamu tidak ada urusan lagi disini. Dan jangn lagi datang untuk mengganggu hidupku, aku sudah bahagia dengan istri ku". ucap mas herman Lalu mas heman memeluk pinggang ku, dan segera menutup pintu, ku tau dia akan telat mengajar, namun nungkin ini cara dia untuk mengusir santi. Santi yang terlihat sangat kesal akhir nya pulang dan mmeninggalkan rumah kami. Aku harap santi tidak pernah mengganggu mas herman lagi. "Maaf ya sayang, ada org gila yang mengacaukan sarapan kita. Kamu jangan fikirkan ucapan dia. Kamu dengar kan yang mas bilang tadi, itu semua adalah kenyataan nya. Mas mau kamu percaya oada mas ya sayang. Kalau gitu mas boleh berangkat mengajar sekarang? mas sudah telat sih sebenarnya" ucap mas herman. "Iya mas, sana kamu berangkat kerja" ucapku lalu mencium tangan nya, dan di balas dengan ciuman mas herman ke pucuk rambut ku. Setelah mas herman pergi, santi kembali lagi dengan keadaan masih sangat kesal, dia menggedor pintu dengan kuat. TOKkkkk... TOKkkk... Langsung aku membuka pintu rumah dengan keadaan tidak suka dengan dia. "Dengar ya, kamu tidak akan bisa merebut herman dari aku, kamu cuma anak kecil yang mungkin di manfaatkan saja sama herman. Dia pasti akan kembali padaku dan meninggalkan mu" setelah berkata begitu, dia langsung beranjak pergi. Sementara aku masih terdiam sambil menangis, ku laporkan semua itu pada mas herman, dan mas herman terlihat sangat kesal sekali terhadap santi. "Jangan kamu ambil pusing kata kata dia sayang, anggap saja dia itu orang gila. Kamu kan sudah tahu kebenaran nya dari mulutku sendiri." ucapnya "iya mas" jawabku Hari ini mas herman mengajar tidak sampai sore, pukul dua siang mas herman sudah pulang mengajar. Saat dia sampai dirumah, dia langsung bertanya tentang kejadian tadi pagi, namun penjelasan ku tetap sama seperti tadi siang, karena memang itu kenyataan nya. "Aku tidak habis fikir, kok ada ya wanita seperti santi itu, wanita tidak tahu malu. Dulu dia membuangku saat aku terpuruk dan tidak di restui mama, sekarang setelah aku sukses, dia datang lagi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN