part 21

1061 Kata
POV Herman Pagi ini di sekolah ada masa orientasi siswa, dimana ini adalah satu kegiatan yang sangat malas sekali untuk aku hadiri, namun aku harus hadir, jika tidak, pasti guru guru lain akan meledek ku terus terusan. Saat pertama sekali aku naik ke podium, ku lihat tepat di depan ku, satu siswi yang mencuri pandangan ku, dia siswi yang polos dalam penampilan dan juga tatapan nya. Selalu saja mata ini memandang kearah nya. Sampai salah satu guru menepuk pundak ku. "Jangan bengong atuh pak herman" ucap pak bambang padaku "Eh iya pak, hehe" jawabku ****** Beberapa minggu setelah masa orientasi itu selesai, akhirnya aku mendapatkan jadwal kelas untuk ku mengajar, namun setelah ku lihat lihat, ternyata kelas siswi tersebut tidak ada dalam daftar mengahar ku. "Duh, tidak ada kelas nya dia, tidak apa apa deh, nanti aku selidiki saja berkas berkas nya" ucapku dalam hati. Mungkin aku cukup gila, karena dengan umurku yg sudah cukup matang ini, aku malah menyukai salah satu siswi di sekolah tempat ku mengajar. Siswi yang mungkin saja belum berusia tujuh belas tahun, tapi aku tidak peduli, cinta tidakmemandang umur. Kebetulan sekali rekan mengajar ku yang satu mata pelajaran denganku tidak bisa hadir untuk mengajar, maka aku lah yang harus menggantikan nya, ternyata dalam menggantikan memgajar itu, aku bisa masuk kedalam kelasdia, dan bertemu dengan nya. Namanya DINA TIKA SARI. siswi yang cantik dan baik. Dia juga termasuk pintar di karenakan mendapat juara kelas, aku cukup bangga dengan pilihan ku, ternyata pilihanku wanita yang sangat pintar. Ketika sedang belajar, dia sangat serius, namun saat sudah selesai belajar dan dalam keadaan santai, dia sangat menggemaskan, tidak beda dengan siswi lain, dia mengobrol dengan teman teman nya, bahkan siap mengobrol dia tidur, astaga... begitu bocil nya tingkah dia. Namun dia tidak pernah melakukan hal yang membuat namanya jelek disekolah. Saat ujian sekolah, aku sempat mengawas di kelas dina, dan saat kenaikan kelas, ternyata aku mengajar di kelas nya. Betapa bahagia nya aku. Setiap jam pelajaran ke kelasnya, menjadi sesuatu yang sangat ku suka. Ada saja tingkah nya setiap hari hingga membuat aku terus menatap nya intens. "Gimana ya, cara nya kamu bisa menjadi milik ku dina. pasti kamu tidak mau kalau pacaran dengan om om seperti aku gini" ucapku dalam hati. Tidak terasa waktu pulang sudah tiba, aku tidak sadar karena terus memikirkan cara untuk memiliki nya. Disaat siswi lain sibuk memoles bedak, lipstik. Dia hanya merapikan rambut nya saja, lalu dia turun dengan teman teman nya. Mengetahui hal itu, aku langsung bergegas ikut turun. Saat di tangga, aku berada tepat di belakang nya, ku lihat dia betapa gembira sekali dan terus mengobrol dengan teman nya, ada rasa bahagia melihat nya bahagia seperti itu. Sudah seminggu setelah itu, aku kembali masuk dan mengajar ke dalam kelas nya, hari ini mendung sangat gelap. Hingga waktu pulang tiba pun sangat gelap sekali mendung nya. Sengaja aku tidak langsung pulang, ku pantau dina yang sedang menunggu angkutan umum dari kejauhan, saat sekitaran dina sudah sepi, dia belum juga menaiki angkutan umum, ini kesempatan untuk ku, fikir ku. Ku hampiri dia dan kutawarkan tumpangan, awal nya dia menolak, namun akhirnya dia menerima saja, tiba tiba saja hujan turun sangat lebat, kami memilih untuk berteduh karena tidak memiliki jas hujan yang lebih. Entah semesta juga mendukung ku atau memang kami berjodoh, saat hujan reda kuantarkan dina pulang, dirumah dina aku langsung disidang dengan berbagai pertanyaan. Dan aku harus bertanggung jawab untuk hidup dina, dalam tanda kutip aku harus menikahi nya. Aku yang mendapat angin segar, tentu saja langsung menyetujui hal tersebut, kuceritakan semua ini pada mama ku, dan mama mau tidak mau harus setuju. Setelah kami menikah, kami tinggal di rumah ku, ya.. rumah yang ku beli sendiri. Kehidupan ku seratus persen berubah, dari pria dingin dan cuek, kini jadi pria yang hangat, tentu hangat dengan istriku saja. Aku berjanji tidak akan menyentuh nya sebelum dia lulus sekolah. Sebenar nya diri ini sangat tidaj sabar, apalagi dina yang begitu menggoda bagiku, namun harus tetap kutahan demi dina. Saat sudah lulus sekolah, ku aajak dina untuk honeymoon. Disaat itulah aku berhasil menjadillelaki sesungguhnya, karena dina berhasil membuat ku melayang, dan yang membuat akulebih bahagia, istriku ternyata masih perawan. Karena sangat sulit sekali zamansekarang mencari wanitayang baik baik apalagi masih suci. Kembali drai honeymoon, masalah datang bertubi tubi, mulai dari bertemu dengan murid murid ku yang membuat dina cemburu, hingga kemarin pada saat kedatangan santi. Santi mengatakan yang tidak masuk akal, dan itu membuat dina takut. Sungguh rasanya ingin saja ku laporkan ke polisi sih santi itu. Berulang kali sempat ad teror yang datang kerumah kami, hingga membuat aku izin tidak mengajar dalam satu minggu. Tentu saja itu membuat dina ketakutan hingga tidak berani keluar rumah. Jika ini terbukti perbuatan santi, maka akan ku penjarakan dia sampai dia membusuk di dalam sel. Dulu dia meninggalkan aku, hanya karena aku guru honorer, sekarang dia meminta ku untuk kembali lagi padanya hanya karena hidup ku sudah cukup mapan, dasar w************n yang matre, pikirku. Aku sudah melaporkan semua teror ini kepada polisi, namun polisi belum juga mendapat kan pelaku nya. Seminggu cuti kerja dan tidak keluar rumah, aku dan dina kehabisan stock bahan makanan, karena biasanya kami belanja seminggu sekali. Dina masih enggan keluar rumah dan aku masih tidak di izinkan meninggalkan nya. Akhirnya kami memutuskan untuk memesan makanan online. Tisak berapa lama makanan pun tiba, dikarenakan aku sedan diatas, dina lah yang mengambil makanan itu, namun ternyata yang mengantar makanan itu bukan ojol yang di aplikasi, tetapi seorang penculik. Saat dina hendak mengambil makanan dari tangan lelaki yang dia kira adalah ojol, tangan dina langsung di tarik kuat oleh lelaki itu, dia berusaha menyeret dina sambil menutup mulut nya. Aku yang mendengar seperti ada yang aneh, segera berlari turun dan menuju pintu depan, aku melihat dina diculik seseorang dengan mobil. "Dinnnn... dinaaaaa.... tolongggh... tolongg... penculikkkk...." teriak ku sambil mengejar menggunakan sepeda motor, tetangga dan orang orang yang mendengar juga ikut mengejar dan meneriaki. sayang nya mereka lolos. Aku pulang kerumah dengan keadaan kacau. aku menangis sejadi jadinya. Aku merasa gagal menjadi suami saat melihat istri ku menderita seperti itu. Segera aku mengambil ponsel untuk menghubungi mama. Di dalam telepon tersebut kuceritakan semua nya kepada mama, mama gegas datang kerumah untuk melihat kondisi ku. "Ma, mereka membawa dina, secara paksa. aku bingung harus gimana. Apa aku lapor polisi saja, aku sudah mengingat plat mobil nya" ucapku pada mama.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN