Malam itu… rumah kecil itu kembali sunyi. Rian sudah tertidur lelap. Seolah semua yang terjadi hari ini… tidak benar-benar ia pahami. Di ruang tengah… lampu redup menyala. Nayla duduk diam. Tatapannya kosong. Perlahan… perasaan itu kembali datang. Sedih. Baru saja ia berpikir… mereka bisa memulai hidup baru. Tanpa beban. Tanpa bayang-bayang masa lalu. Namun ternyata… semuanya belum benar-benar selesai. Zayn kembali muncul. Dan tanpa ragu… mengklaim Rian sebagai anaknya. Nayla menunduk. Tangannya mengepal pelan. Ia tahu… ini bukan akhir. Dan untuk pertama kalinya… ia benar-benar yakin, Zayn tidak akan berhenti. Sementara Astuti memperhatikannya sejak tadi. “Nay…” panggilnya pelan. Nayla menoleh. “Iya, Bu…” Astuti menarik napas panjang. Namun kali ini, buk

