Suara tangis terdengar samar-samar dari luar kamar, begitu pilu, bahkan menusuk sampai ke ulu hati bagi orang yang mendengarnya. Tidak ada yang berani mendekat, bahkan semua orang berusaha pergi sejauh mungkin. Mereka tak ingin salah dalam tindakan, apalagi ucapan. Hanya Tuan Archen yang selalu setia ada di dekat sang kaisar, pria itu menatap daun pintu yang tertutup rapat, ia juga berusaha tetap kuat saat mendengar tangisan dari dalam ruangan. Selalu begitu setiap hari, tidak ada yang akan berubah. Hati junjungannya benar-benar hancur, dan itu karena kata mengerikan bernama cinta. Tuan Archen tak mengerti, tetapi ia tahu jika membunuh orang adalah jalan yang sang kaisar pilih agar tidak menangis. Sangat egois memang, tetapi ia sendiri tidak punya banyak kemampuan untuk m

