Rombongan kaisar akhirnya tiba di Istana Kekaisaran, Tuan Archen dan Tenebris juga bergegas menuju ruang singgasana dan memerintahkan semua pejabat tinggi untuk berkumpul. Ada banyak agenda yang harus mereka bahas, dan ada banyak persiapan yang harus mereka lakukan. Seperti biasa, semua pejabat tinggi segera datang, mereka tak ingin mengacaukan hati sang kaisar. Masing-masing orang duduk pada kursi, lalu menunggu pemimpin tertinggi untuk buka suara. Mereka bungkam, kepala tertunduk lemah. Mereka menelan ludah dengan kasar, tetapi rasanya menelan pecahan kaca. “Ada apa dengan wajah kalian?” tanya Tenebris saat menatap satu per satu orang. “Ampun, Yang Mulia. Sebelum Anda datang, banyak sekali rakyat yang memberontak. Kami sudah memasukkan mereka ke dalam penjara, dan

