Chapter 25: Wanitanya

1005 Kata

“Bye sampai bertemu nanti sore. Di cafe?” Katanya sebelum aku melangkah pergi. “Uh-huh” Aku mengganggu lalu menutup pintu mahogani hitam itu di belakangku.  “Anna! For God’s sake!” Janice melemparkan tangannya ke udara  begitu dia melihatku. Suaranya melengking tinggi, rasanya gendang telingaku hampir berdarah “Apa yang kamu lakukan di sana? Kamu tahu tempat ini tidak boleh kosong.” Lanjutnya. “Relax Jan… Saya hanya mengantar kopi.” Aku melicinkan pakaianku, mengambil sebuah dompet  louis vuitton classic dari dalam laci mejaku. “Kalau kamu tidak keberatan, saya akan turun untuk makan.” Aku melemparkan sebuah senyum kosong sebelum kemudian melenggang menuju elevator, meninggalkan Janice yang berdiri di sana dengan rahangnya yang jatuh ke lantai.  Menekan tombol elevator berdiri  ‘Aku har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN