Ada keheningan tidak nyaman yang pekat begitu aku melangkah masuk ke kafetaria. Aku bisa merasakan bisikan-bisikan samar dan mata yang terus mengikutiku. Beberapa di antaranya dingin, beberapa kasihan sementara yang lain hanya penasaran. Aku tahu semua orang sibuk berspekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi kemarin siang, karena saya mendengarnya. Mereka dengan begitu bersemangat membicarakanku di kamar mandi, tangga darurat, lobby, tempat parkiran, dan bahkan tempat ini beberapa menit yang lalu. Tapi kemudian semuanya diam begitu mereka melihat wajahku, berpura-pura tidak tahu. Hmpft… aku merapatkan bibirku, menahan tawaku. Huh, manusia itu lucu… ‘Is it your f*cking problem, Anna?’ pertanyaan Maya tadi malam kembali terngiang di telingaku seperti radio rusak. Lagi-lagi dan lagi. “

