Chapter 41: Karma

1787 Kata

Karma is a b***h and it doesn’t have a menu. Kamu mendapatkan apa yang disajikan. Dan kamu tidak akan pernah tahu apa yang berada di atas piring. Hanya itu yang bisa aku katakan. Begitu aku melangkah dari pintu kamar mandi, setelah membersihkan noda lipstik yang melumuri bibirku, aku mendapati Michelle terdiam seperti patung di tengah lorong. Tubuhnya bergetar, memancarkan aura yang mencekam. Aku bisa mendengar nafasnya yang tersengal-sengal seperti ia sedang berusaha mengendalikan amarahnya. Dari caranya mengencangkan kepalan tangannya sampai jari-jarinya putih. Aku yakin ada sesuatu yang menyulut amarah penyihir kejam itu, tapi apa…  Mengikuti instingku, dari tempatku berdiri, aku berusaha mengikuti sorot matanya. Bergerak setenang mungkin, aku tidak ingin menjadi samsaknya.  Mataku m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN