Aku mengulurkan tanganku, membuka pintu sedan Panoramic Sun Roof merah di hadapanku, lalu menutup pintunya di belakangku sebelum aku mengencangkan sabuk pengaman di sisiku. “Terima kasih sudah menjemputku.” aku melemparkan sebuah simpul kecil, pada seorang laki-laki dengan bahu lebar dan garis rahang tegas yang duduk di belakang kemudi. “Tidak masalah.” Ridho memutar kunci mobilnya, lalu menginjak pedal gasnya. Mobil yang kami tumpangi mulai melaju melintasi jalanan kota. “Apa kamu baik-baik saja?” Ridho memecah keheningan di antara kami. Aku mengerutkan alisku dalam. Kenapa semua orang terus bertanya ‘apa aku baik-baik saja’? Apa aku terlihat tidak baik-baik saja? “Uh-huh.” Aku mengangguk. “Kenapa?” Ridho berdeham, melonggarkan tenggorokan sebelum membuka mulutnya. “Tidak biasanya kam

